-->

Sebulan Bunga Bisa Capai 250%, Hati-Hati Ada 407 Fintech Abal-Abal atau Ilegal di Tahun Ini


Derasnya pertumbuhan fintech memang mesti diiringi dengan aturan supaya berjalan cocok jalur dan tak memunculkan masalah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempunyai peraturan untuk menata ruang gerak fintech peer to peer lending ini. Namun, yang namanya teknologi rasanya memang tak terbendung. Pasalnya, OJK telah melegalkan 63 perusahaan fintech peer to peer lending, namun ada selama 227 entitas tau software fintech yang berlangsung di jalur ilegal.

Namun baru-baru ini Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mancatat jumlah perusahaan yang mengerjakan layanan pinjam-meminjam duit berbasis teknologi informasi (fintech peer to peer lending) tak berizin telah menjangkau 407 entitas.

Satgas mengatakan sebelumnya terdapat 227 entitas fintech yang beroperasi tanpa izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan baru-baru ini otoritas pun kembali mengejar 182 entitas yang tidak terdaftar. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan, entitas tak berizin itu melanggar peraturan POJK 77/ POJK.01/2016 dan berpotensi merugikan masyarakat.

Dilansir dari okezone.com “Kami memeriksa pada situs dan software di Google Play Store. Total fintech tanpa izin sampai kini menjangkau 407 entitas,” ujar Tongam melalui penjelasan di Jakarta.

OJK berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan dapat langsung memblokir software fintech yang belum terdaftar. Terlebih lagi fintech yang merealisasikan bunga tinggi (predatory lending). Bima mengingatkan, kejadian bubble fintech di China mesti menjadi pelajaran supaya otoritas bertin dak lebih cepat.

“Bagi asosiasi fintech sendiri diinginkan mempercepat penerapan kode etik fintech dan menertibkan bilamana ada anggota fintech yang belum tercatat di OJK,” pungkasnya.

Data OJK menulis sampai 4 September 2018 kemarin jumlah perusahaan fintech peer to peer lending yang tercatat atau berizin OJK menjangkau 67 per usahaan. Jumlah perusahaan yang dalam proses pencatatan 40 dan perusahaan yang menyatakan punya minat mendaftar 38 perusahaan. Sementara sampai Juli, jumlah tabungan penyedia dana (lender) peer to peer lending menjangkau 135.025 entitas atau bertambah 33,77 % sejak mula tahun (year-todate/ ytd). Jumlah tabungan peminjam (borrower) 1.430.357 entitas atau bertambah 450,91 %.

Dilansir dari live Medcom id. salah seorang korban Fintech abal-abal mengatakan bahwa sehari saja telat bayar pinjaman hidupnya terus diteror, diancam dan ada salah satu Fintech abal-abal, modal pinjam 800 ribu bayar 8 juta dalam waktu 2 bulan.

Berikut daftar Fintech legal dilansir dari situs OJK permaret 2018, sebanyak 40 perusahaan penyelenggara layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi (fintech) telah resmi terdaftar dan mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan. Berikut daftar lengkapnya:


0 Response to "Sebulan Bunga Bisa Capai 250%, Hati-Hati Ada 407 Fintech Abal-Abal atau Ilegal di Tahun Ini"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel