BUKA KULINER LANGSUNG LARIS DAN REPEAT ORDER, INI 5 RAHASIA PAKAR UNTUK MEMULAI USAHA KULINER AGAR CEPAT SUKSES

Di Indonesia bisnis kuliner memang tengah menjamur. Hadirnya ratusan masakan kuliner dan kafe-kafe atau foodcourt jadi bukti bila saat ini orang-orang gemar memanjakan lidahnya. Dilihat dari kebutuhan tentunya hal ini menjadi kesempatan bisnis yang patut dicoba untuk ikut memulai usaha kuliner. Payahnya, bagi sebagian orang meskipun hanya memulai hanya saja susah apalagi membuat strateginya , laris hingga terjadi repeat costumer.
Ada sejumlah hal yang sebetulnya perlu diacuhkan sebelum mantap terjun ke bisnis kuliner. Misalnya dari sisi makanan yang dipasarkan haruslah unik dan kreatif supaya mengundang orang penasaran dan mau rela mengeluarkan uang untuk membeli. Penjual juga harus tahu racikan dan bagaimana makanannya dibuat. Selain tersebut ada marketing dan budgeting yang mesti dipersiapkan dengan matang. Hal-hal seperti tersebut yang kadang terlewat saat mengawali bisnis kuliner.


Tips dari kebumenhow  jangan bohongi konsumen, layani semaksimal mungkin dan buatlah lidah mereka merasa jatuh cinta, ketika pertama kali konsumen makan atau mengunyah makanan anda.

Dilansir dari detik ukm, Dosen pakar Food Technology i3L (Indonesia International Institute for Life Sciences) dan PhD candidate Norwegian University of Life Sciences, Ervina menyerahkan tips untuk anda yang ingin benar-benar memulai bisnis kuliner, bagaimana mengawali usaha kuliner, mulai dari konsep sampai penentuan harga.

Pertama Buat produk makanan yang unik, inovatif dan kreatif
Berdasarkan keterangan dari Ervina, produk adalah jenis makanan yang akan dipasarkan kepada konsumen nantinya. Maka dari tersebut buatlah produk makanan dengan konsep seunik mungkin. Bila perlu, berikan nama-nama makanan atau menu yang menarik dan kreatif. Nama-nama yang menarik akan semakin menciptakan konsumen penasaran bakal produk makanan. Kemudian, kalau bisa buat makanan yang bisa diterima oleh sekian banyak  usia, mulai dari menu masakan laksana olehan mie, pasta, roti atau nasi yang telah sangat sesuai di lidah orang Indonesia atau konsumen.
Jangan lupa, kemasan yang unik pun dapat menjadi daya jual karena sejumlah konsumen suka memilih konsep makanan take away, sebab konsumen bakal mendapatkan aspek kemudahan.
Kemudian tempat makan tak kalah penting. Dengan hiasan unik dan kreatif bakal menjadi daya tarik untuk konsumen guna datang, baik sebatas selfie bareng teman, pasangan, dan keluarga, sekaligus mengupayakan makanannya.

Kedua Kenali produk makanan yang akan dipasarkan
Sementara tersebut sebelum mulai menjual, penjaja harus memahami dan paham betul apa yang bakal dijual. Walaupun penjaja bukan seorang chef atau juru masak, tetapi penjual mesti memahami apa saja bahan yang dipakai dalam penciptaan produk makanan tersebut, baik bahan makanan utama maupun bahan pelengkapnya. Di samping itu, penjual pun harus memahami alat atau proses apa saja yang akan dipakai dalam proses penciptaan produk makanan tersebut.
Berdasarkan keterangan dari Ervina, dengan mengenali dan mempelajari dengan baik produk makanan, penjual diinginkan dapat mengerjakan improvement serta inovasi dari sisi produk makanan selanjutnya yang bakal dijual. Contoh dengan menyerahkan variasi toping yang sesuai, rasa atau warna yang sekian banyak  macam, dan inovasi lainnya.

Ketiga buat target pasar yang cocok dengan produk yang akan dipasarkan.
Jika telah menilai menu dan sekian banyak  inovasinya, tidak boleh lupa guna mengenali target pasar. Apakah makanan yang disajikan guna kalangan umum, anak muda,  millennial, orang kantoran, dan sebagainya.
Sehingga penjaja harus tahu apakah produk yang dipasarkan itu guna kalangan menengah, premium, atau ekonomis. Kemudian, Ervina menganjurkan untuk menyesuaikan target pasar dengan harga jual makanan. Bila perlu, penjual dapat membuat makanan yang enak dengan harga yang terjangkau sebab tidak seluruh makanan yang enak mesti mahal.

Keempat marketing dan branding yang menarik dan unik.
Konsep marketing dan promo unik dalam sebuah penjualan pun penting. Buatlah promo bundling atau promosi lainnya yang unik di waktu-waktu spesial. Contohnya dapat bertepatan dengan hari kemerdekaan, promo spesial bertajuk Asian Games, hari ibu dan lain-lain.
Jangan lupa guna menggunakan pakai platform digital untuk pekerjaan promosi dan pemasaran. Ervina mengimbau untuk tidak jarang kali ingat jargon 'The power of social media', bahkan kita juga dapat menyebarkan dan viralkan informasi positif melewati media sosial dan internet. Jika perlu, buatlah situs atau portal khusus guna usaha Anda, lantas buat akun instagram (recomended), twitter, dan sosial media lainnya yang diutamakan untuk usaha kuliner.
Sementara guna memperluas relasi, dapat bekerja sama dengan komunitas-komunitas yang bersangkutan secara eksklusif dengan produk makanan. Misalnya produk 3makanan vegan dapat berkerja sama dengan komunitas vegetarian, ataupun produk makanan eksklusif kids meals berkolaborasi dengan kumpulan ibu-ibu, kumpulan, playgroup, dan sebagainya.

Kelima Food costing yang akurat
Bagian terakhir ini seringkali hal yang sangat sering terlewat. Food costing adalah penentuan harga makanan yang dipasarkan dengan memperhitungkan jumlah semua bahan makanan yang digunakan, tenaga yang digunakan, sampai keuntungan yang hendak diperoleh.
Hal itu sangat urgen untuk memahami seberapa sehat finansial Anda dengan memasarkan makanan dengan harga tertentu. Bahkan, mesti diciptakan untuk setiap menu, meals, dan jenis makanan bahkan itu dapat menjadi penentu untuk pengusaha bisnis kuliner bakal untung dan ruginya restoran yang dipunyai dengan menghitung melewati food costing.
Keberhasilan dari food costing ditentukan dengan menu engineering yaitu kiat meramu menu dengan memakai bahan-bahan makanan yang ada sampai-sampai menghasilkan sebuah perpaduan menu yang efektif dan tepat guna serta murah, enak, dan digemari.

Bagaimana menurut anda, apakah artikel ini dapat membantu, berikan komentar mu?

0 Response to "BUKA KULINER LANGSUNG LARIS DAN REPEAT ORDER, INI 5 RAHASIA PAKAR UNTUK MEMULAI USAHA KULINER AGAR CEPAT SUKSES"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel