-->

5 Isu Strategis Ekonomi Indonesia 2018 Paling Terkini, Nomor 2 Paling Menarik


Kedepan mungkin ada lima isu ekonomi di Indonesia yang nantinya bakal akan digarap serius oleh pemerintah. Dimana isu strategis tersebut sendiri tentu akan menjadi peluang dan tantangan bagi perokonomian Indonesia. Salah satunya yang isu yang strategis adalah kemajuan teknologi digital.

Kedepan mungkin ada lima isu ekonomi di Indonesia yang nantinya bakal akan digarap serius oleh pemerintah. Dimana isu strategis tersebut sendiri tentu akan menjadi peluang dan tantangan bagi perokonomian Indonesia. Salah satunya yang isu yang strategis adalah kemajuan teknologi digital.  Dilansir dari am 2018 bali Lima isu tersebut meliputi seperti, pertama, penguatan International Monetary System (IMS). Soal ini terkait dengan normalisasi kebijakan moneter negara yang maju yang bisa berdampak terhadap kestabilan sistem keuangan dunia. Kini berbagai negara khususnya negara berkembang dipandang perlu memahami dampak langkah kebijakan normalisasi yang ditempuh negara maju sehingga dapat memitigasi potensi risiko yang mungkin timbul.  "Salah satu mitigasi yang akan menjadi fokus bahasan seperti sinkronisasi kebijakan normalisasi yang ditempuh negara maju dan respons yang dilakukan negara berkembang melalui penguatan Global Financial Safety Net (GFSN) dengan mendorong kolaborasi diantara GFSN dan Regional Financing Arrangements (RFA)," kata Kepala Unit Khusus Pertemuan Tahunan IMF-World Bank (UKPTI) Bank Indonesia, Peter Jacobs.   Kedua adalah ekonomi digital. Menurut Peter Jacobs, perkembangan ekonomi digital dipengaruhi oleh berbagai risiko. Untuk itu, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan akan mengemuka dalam pembahasan dalam Annual Meetings 2018 nanti.   "Misalnya dampak ekonomi digital terhadap perekonomian, sistem pembayaran, central bank operation, cross-border arrangement and collaboration," jelasnya.  Adapun isu strategis ketiga adalah soal infrastruktur. Dijelaskan olehnya, negara berkembang kini tengah menghadapi kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Peran serta pihak swasta untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kunci sukses. Pembahasan isu ini dalam Annual Meetings 2018 diharapkan dapat menghasilkan kerangka kebijakan yang jelas dan konsisten.   "Selain itu juga tata kelola yang baik, iklim usaha yang mendukung, serta inovasi model pembiayaan infrastruktur, sehingga dapat meningkatkan peran swasta dalam pembiayaan infrastruktur," imbuh Peter.  Isu strategis ekonomi indonesia keempat terkait dengan penguatan aspek ekonomi dan keuangan syariah. Ekonomi dan keuangan syariah dipandang mempunyai peran yang cukup signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, baik di negara maju maupun negara berkembang.   Menurut Peter, instrumen keuangan syariah seperti sukuk maupun yang berbasis zakat dan wakaf berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi sebagai sumber pembiayaan infrastruktur. Pada saat ini negara-negara berbasis Islam di Asia dan negara-negara Timur Tengah telah menyusun International Standard for WAQF yang diharapkan dapat mendukung perkembangan ekonomi keuangan syariah.

Dilansir dari am 2018 bali Lima isu tersebut meliputi seperti, pertama, penguatan International Monetary System (IMS). Soal ini terkait dengan normalisasi kebijakan moneter negara yang maju yang bisa berdampak terhadap kestabilan sistem keuangan dunia. Kini berbagai negara khususnya negara berkembang dipandang perlu memahami dampak langkah kebijakan normalisasi yang ditempuh negara maju sehingga dapat memitigasi potensi risiko yang mungkin timbul.  "Salah satu mitigasi yang akan menjadi fokus bahasan seperti sinkronisasi kebijakan normalisasi yang ditempuh negara maju dan respons yang dilakukan negara berkembang melalui penguatan Global Financial Safety Net (GFSN) dengan mendorong kolaborasi diantara GFSN dan Regional Financing Arrangements (RFA)," kata Kepala Unit Khusus Pertemuan Tahunan IMF-World Bank (UKPTI) Bank Indonesia, Peter Jacobs.

Kedua adalah ekonomi digital. Menurut Peter Jacobs, perkembangan ekonomi digital dipengaruhi oleh berbagai risiko. Untuk itu, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan akan mengemuka dalam pembahasan dalam Annual Meetings 2018 nanti.

"Misalnya dampak ekonomi digital terhadap perekonomian, sistem pembayaran, central bank operation, cross-border arrangement and collaboration," jelasnya.

Adapun isu strategis ketiga adalah soal infrastruktur. Dijelaskan olehnya, negara berkembang kini tengah menghadapi kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Peran serta pihak swasta untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kunci sukses. Pembahasan isu ini dalam Annual Meetings 2018 diharapkan dapat menghasilkan kerangka kebijakan yang jelas dan konsisten.

"Selain itu juga tata kelola yang baik, iklim usaha yang mendukung, serta inovasi model pembiayaan infrastruktur, sehingga dapat meningkatkan peran swasta dalam pembiayaan infrastruktur," imbuh Peter.

Isu strategis ekonomi indonesia keempat terkait dengan penguatan aspek ekonomi dan keuangan syariah. Ekonomi dan keuangan syariah dipandang mempunyai peran yang cukup signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, baik di negara maju maupun negara berkembang.

Menurut Peter, instrumen keuangan syariah seperti sukuk maupun yang berbasis zakat dan wakaf berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi sebagai sumber pembiayaan infrastruktur. Pada saat ini negara-negara berbasis Islam di Asia dan negara-negara Timur Tengah telah menyusun International Standard for WAQF yang diharapkan dapat mendukung perkembangan ekonomi keuangan syariah.

0 Response to "5 Isu Strategis Ekonomi Indonesia 2018 Paling Terkini, Nomor 2 Paling Menarik"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel