Mau Berinvestasi Saham dan Sukses Seperti Zola Azaria, Baca Ini Dulu!


Saham sekarang menjadi opsi investasi yang menarik untuk kaum milenial, laksana yang dilaksanakan wanita muda mempunyai nama Zola Azaria ini. Sejak umur 22 tahun atau ketika duduk di ruang belajar 3 SMA, dia telah menginvestasikan uangnya di pasar saham. Dia mengaku urusan itu dilakuan untuk menjangkau kebebasan keuangan di umur muda.

"Ya aku sejak ruang belajar 3 SMA telah menginvestasikan dana lewat saham. Tujuannya si supaya bisa mencapai kemerdekaan financial di umur muda," ujar Zola dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (1/8/2018).
Dia menuturkan bahwa orang tuanya paling berperan urgen dalam mempengaruhinya dalam mengerjakan investasi di saham. Suka duka selama mengerjakan investasi pun pernah dia rasakan. Kendati tak menyinggung nilai investasi kesatu nya di saham tetapi dia pernah merasakan kerugian selama 50%. Namun tersebut tak menjadi penghalang besar baginya dan tetap bangkit.
"Aku pernah merasakan loss 50% dan unrealize loss hingga 80%. Aku tidak jera sebab kehilangan uang, melulu shock namun saya jajaki bangkit dan mempelajarinya lagi," kata dia.
Dia juga melakukan sekian banyak  transaksi lewat saham ke dalam dua portrolio yaitu shorterm and longterm. Dia mengatakan bahwa ketika memilih saham dia tidak jarang kali memikirkan antara dua pemikiran, yaitu teknikal untuk saham dan dasar untuk investasi.
Untuk mengerjakan riset atau sebelum memilih saham untuk lokasinya berinvestasi, Zola lebih tidak jarang bertukar pendapat dengan teman-teman sesama komunitas saham. Kendati pernah bermain pada instrumen lain yaitu reksa dana, tetapi saat ini dia hanya konsentrasi bermain saham saja.

"Saat ini saham saja, dulu pernah di reksadana tapi sebab hasilnya tidak maksimal saya tidak jajaki lagi," ucap dia. Di sisi lain, Zola juga mempunyai misi mulia dengan segala destinasi bermain saham. Zola hendak mendirikan yayasan guna menolong masyarakat yang membutuhkan.

Mau Berinvestasi Saham dan Sukses Seperti Zola Azaria, Baca Ini Dulu!

Kenapa Harus Investasi Saham?
Banyak sekali konten yang membicarakan tentang gaya hidup millennial, mulai dari pembahasan gaya hidup millennial yang boros, preferensi millenials menguras uang guna traveling, hingga terancamnya millennials yang tidak akan dapat untuk melakukan pembelian rumahnya sendiri. Nah, berikut pentingnya pendidikan bersangkutan investasi untuk generasi millennial. Kali ini anda akan membicarakan tentang investasi saham dan bagaimana investasi saham dapat menjadi salah satu teknik millennial guna mempersiapkan masa mendatang finansialnya dengan lebih baik. Simak 5 alasan kenapa anda harus berinvestasi saham berikut:

1. Investasi saham tersebut simple
Mungkin di pikiran anda saat mendengar kata investasi saham ialah investasi saham tersebut susah dan repot. Faktanya, investasi saham tersebut sederhana dan mudah. Kamu lumayan membuat tabungan saham di sekuritas, setelahnya kamu sudah dapat membeli dan memasarkan saham darimana saja dengan fitur online trading. Modalnya pun paling rendah, hanya dengan Rp 100.000 anda sudah dapat mulai mengerjakan investasi saham.

2. Potensi hasilnya paling besar
Salah satu opsi investasi dengan hasil sangat tinggi ialah saham. Ga percaya? Liat komparasi investasi saham, property, emas dan deposito.

3. Merasakan punya perusahaan
Karena saham itu ialah bukti kepemilikan atas perusahaan jadi technically, andai kamu mempunyai saham Bank BRI atau saham Indofood, kamu ialah pemilik perusahaannya. Karena tersebut kamu berhak guna ikutan RUPS masing-masing tahunnya dan pun berhak atas dividen dari perusahaan itu.

4. Semakin cepat mulai semakin besar hasilnya
Karena generasi milenial masih relatif muda, seringkali rentang usia milenial ialah 17-35 tahun maka anda mempunyai keuntungan dibanding generasi lain. Keuntungan dari generasi milenial ialah kamu dapat memulai investasi saham lebih awal.

5. Untuk menikmati masa tua
Nah sesudah kalian mengerjakan investasi saham, kamu dapat menikmati hasilnya pada ketika nanti telah tua, barangkali untuk jalan-jalan keliling dunia, atau bikin nengok cucu atau barangkali warisan guna anak-anak kalian.

Begini cara mudah dan aman strategi Investasi Saham untuk Generasi Milenial
Berdasarkan keterangan dari polling yang diselenggarakan oleh New Harris melewati sebuah software bernama Stash, nyaris 80 persen generasi milenial tidak melakukan pekerjaan investasi di pasar saham. Hal ini sebab 34 persen anak muda menuliskan  sulitnya memahami teknik kerja investasi saham.

penciptaan rekening saham dan duit yang harus dikeluarkan guna dapat mengerjakan investasi cenderung gampang dan murah. Di Indonesia sendiri, ada 84,75 juta jiwa dari total warga merupakan kumpulan usia produktif atau generasi Y, yang kini ini lebih dikenal dengan istilah generasi milenial.

Pengetahuan awal mengenai dunia investasi saham, dapat dimulai dari pengetahuan dasar, yakni kapan mesti melakukan pembelian dan kapan mesti memasarkan saham. Kali ini, anda akan mengupas tentang strategi melakukan pembelian dan memasarkan saham, tentu saja termasuk strategi penting seperi mitigasi risiko kerugian dalam investasi saham.

Pertama, kapan masa-masa yang tepat untuk melakukan pembelian saham? Nah, berhubungan waktu yang tepat ini sebenarnya dapat dilihat dari dua hal yakni menurut analisis mendasar dan teknikal, Sobat Sikapi. Analisis mendasar itu mengacu pada analisa melewati pendekatan situasi ekonomi, politik, atau bahkan menyaksikan tren pertumbuhan usaha yang ada. Analisis ini salah satunya dapat dilihat dari laporan keuangan.

Sementara analisa teknikal, adalah analisa saham melewati pendekatan pergerakan saham pada sebuah rentang waktu, termasuk didalamnya ialah harga dan fluktuasinya, serta informasi tentang titik tertinggi dan terendah dari sebuah saham. Perlu diperhatikan, harga saham bukan semata-mata harga yang murah ya, namun harga saham dari perusahaan yang layak untuk dibeli.

Selanjutnya, ada hal-hal yang butuh kita simak sebelum melakukan pembelian saham antara lain ialah profil dan tingkat likuiditas perusahaan, ketidaktetapan di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tren market, Return of Equity (ROE) atau laba dari investasi pemegang saham di perusahaan tersebut, sales atau penjualan serta Earning per Share (EPS) Growth.

Selain menyimak poin-poin urgen di atas, strategi pun menjadi di antara hal penting. Terdapat tiga strategi dalam melakukan pembelian saham yaitu:

1. Buy On Weakness yakni membeli saat harga saham telah turun ke level tertentu yang aman guna dibeli.

2. Buy If/On Breakout yakni membeli saat harga saham sukses menembus level tertentu atau naik menjebol resistance (level tertingginya).

3. Buy on Retracement yaitu melakukan pembelian saham sesudah terjadi breakout atau harga bawah. Saham yang sukses breakout pada lazimnya akan langsung mengalami eskalasi yang kencang.

Sekarang, kita pun harus tahu kapan masa-masa yang tepat untuk memasarkan saham yang anda miliki. Waktu yang tepat dalam menilai ketika untuk memasarkan saham ialah tentunya saat harga sedang naik atau disebut pun profit taking. Tapi, bagaimana bila  harga turun? Nah, masa-masa yang tepat untuk memasarkan saham yakni salah satunya ialah dengan memutuskan cut loss.

Cut Loss ialah istilah yang dipakai ketika kita memasarkan saham pada harga yang lebih rendah dari harga belinya, sampai-sampai kita merasakan kerugian (loss). Keberadaan cut loss ini bukan untuk menerapkan kerugian. Tapi malah untuk menangkal kerugian yang lebih banyak lagi saat harga saham yang anda pegang terus menurun.

Misalnya, ketika anda telah menilai batasan cut loss di angka lima persen atau tujuh persen, maka saat kerugian sudah menjangkau kisaran angka tersebut, anda dapat langsung memasarkan saham yang anda punya, Sobat Sikapi.

Cut loss sendiri disarankan untuk dilakukan oleh semua investor dan trader guna mengawal modal yang dimiliki. Waktu untuk mengemban cut loss juga berbeda-beda, tergantung dari posisi kamu; apakah sebagai trader atau investor. Buat kamu-kamu yang adalah trader aktif, andai saham yang anda pegang bakal turun terus, maka lebih baik guna segera mengerjakan cut loss segera.

Kuncinya di sini ialah dengan berupaya memahami arah pergerakan saham tersebut, apakah bakal naik, turun, atau sideways dalam kurun waktu tidak cukup dari setahun atau tidak cukup dari sejumlah bulan tergantung dari jangka masa-masa trading kamu.

Biasanya investor akan mengerjakan cut loss saat terjadi evolusi yang mendasar yang dapat dilihat dari kinerja mendasar perusahaan. Beberapa hal dapat dijadikan alasan mengapa anda harus mengerjakan cut loss yakni antara lain saat adanya berita buruk berhubungan perusahaan yang terkait dan atau andai terjadi penurunan IHSG.

Ada dua teknik yang bisa dijadikan patokan dalam menilai titik cut loss suatu saham, yakni menurut harga beli dan menurut titik support. Titik support sendiri adalah tingkat atau lokasi harga yang dipercayai sebagai titik terendah.

Perlu diingat, seluruh jenis investasi, tentu mempunyai risiko. Namun, seperti ucapan dari Warren Buffet, "Risk comes from not knowing what you are doing." Atau risiko datang ketika anda tidak memahami apa yang anda lakukan.

Pahami jenis investasinya dan teknik kerjanya. Dari urusan itu kamu akan memahami apa yang me sti anda lakukan dan dapat mengurangi atau bahkan menghindari kerugian. Selamat berinvestasi dan good lucky!

0 Response to "Mau Berinvestasi Saham dan Sukses Seperti Zola Azaria, Baca Ini Dulu!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel