-->

Dari OJK, Begini 3 Cara Termudah dan Aman Memulai Bisnis Investasi Bagi Pemula


Saat ini, generasi mulai melirik investasi sebagai peluang di masa depan, mulai reksadana maupun tanam saham. Tujuan agar terhindar dari kendala finansial, menyisihkan penghasilan harus menjadi unsur dari kebutuhan maupun gaya hidup generasi milenial. Hal ini diusahakan dan dilaksanakan sedini mungkin supaya kedapannya nanti bisa dipetik saat masa pensiun tiba. Di samping itu, banyaknya teknologi keuangan (fintech) yang menyediakan sekian banyak  jasa investasi menggaet kalangan ini guna menjajal urusan tersebut. 

Dari OJK, Begini 3 Cara Termudah dan Aman Memulai Bisnis Investasi Bagi Pemula

Dilasnir dari Kompas Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Sondang Marta Samosir mengatakan, untuk sebagian masyarakat yang tertarik mengerjakan investasi terutama bagi pemula, Usahakan memerhatikan sejumlah hal urgen mulai dari jenis investasi, risiko sampai ciri-ciri investasi ilegal. Berikut, Sondang memberikan sejumlah tips aman guna masyarakat pemula yang hendak menjajal investasi.

1. Tetapkan Jangka Waktu Investasi
Menurutnya, opsi investasi mesti cocok dengan jangka masa-masa dimana pemungutan atau hasil investasi itu dibutuhkan oleh pemiliknya. Dia pun menjelaskan, Pertama investasi jangka pendek yaitu jangka masa-masa 1 tahun contohnya deposito, repo, dan surat utang jangka pendek. Kedua, jangka menengah yaitu kurun masa-masa 1-5 tahun contohnya ORI, SUN dan reksadana. Terakhir, jangka panjang yaitu kurun masa-masa lebih 5 tahun contohnya saham, reksadana, unit link, DPLK dan simpanan emas. “Tetapkan dulu, investasinya jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang,” ujarnya.

2. Jangan Pikir Gurihnya Saja, Namun Kenali Profil Risiko dalam Berinvestasi
Setiap investasi tentu mempunyai risikonya masing-masing. Hal itu mesti disesuaiakan dengan keterampilan manajemen risiko masing-masing orang yang bertolak belakang dan mana saja yang dapat dia ditangani. Sondang membagi ke dalam tiga macam tipe resiko investasi masing-masing orang, yaitu kesatu tipe konservatif yang menghindari risiko tinggi. kedua, tipe moderat yaitu menoleransi beberapa risiko penurunan nilai investasi. kemudian, tipe agresif yaitu tidak takut memungut risiko tinggi dan optimis bakal berhasil.

3. Kenali Ciri-ciri Investasi Ilegal
Di samping itu, Sondang pun menuliskan ciri-ciri investasi ilegal diantaranya yaitu mengimingi high rate of return, garansi free risk, penyalah gunaan testimoni pejabat publik, janji penarikan dana easy dan flexible, garansi buy back guarantee, janji aset yang diinvestasikan aman, serra timing-timing bonus dan cashback besar guna perekrutan anggota baru. Hal di atas tersiar tidak masuk akal dan tidak nyata, oleh karena tersebut Sodang menghimbau andai mau mengerjakan investasi pastikan LEGAL dan LOGIS. Oleh karena tersebut Sebelum berinvestasi, pastikan teliti legalitas lembaga dan produknya. Pahami proses bisnis yang ditawarkan, serta pahami pula guna dan risikonya. Tak lupa, pahami hak dan keharusan sebagai investor dalam investasi tersebut. “Selalu terdapat pro dan kontra guna berinvestasi. Sesuatu yang aman tentu dikeluarkan oleh lembaga resmi, tapi simaklah risikonya. Apakah terdapat regulator yang memantau atau tidak,” pungkasnya.

0 Response to "Dari OJK, Begini 3 Cara Termudah dan Aman Memulai Bisnis Investasi Bagi Pemula"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel