Bapak Asal Kudus Ini Meraup Jutaan Rupiah dari Modal Limbah Kayu


Meski dulu ditolak puluhan kali saat menitipkan hasil usahanya di toko-toko namun, Bapak dua anak ini tidak mundur dan terus mencari orang yang mau dititipi barang usahanya. Sejak serius menekuni bisnis dari limbah kayu pekerjaan sebagai buruh bangunan juga ditinggalkan. Sebab kegigihan dan fokus apa yang kerjakan Dia kini sudah menjadi Pengusaha. Meraup uang Jutaan dari pengahasilan bisnis usaha pengolahan limbah kayu kini Ia dapatkan disetiap bulannya.


Pada post sebelumnya juga sudah terbit usaha-usaha sukses dari hasi limbah kayu seperti bermodal akar bambu sekitar rumah bisa sampai kekurangan modal untuk pengembangan usahanya, Meraup omset 40 juta perbulan dari Limbah kayu dan lain-lain.


Bapak Asal Kudus Ini Meraup Jutaan Rupiah dari Modal Limbah Kayu

Hariyanto (45) Desa Bacin, RT 8, RW 3, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, ketekunannya mengirimkan Hariyanto menjadi pengrajin miniatur dan lokasi tinggal adat yang serius. Mulanya, dia menjalaninya dengan setengah hati. Pesanan datang hanya satu dua kali dari tetangga, rekan dan kerabat. Itu juga pada momen tertentu. Lambat laun, Hariyanto berpikir, andai tidak digeluti serius, maka hasilnya bakal begitu saja. Serta pendapatannya pun tidak bakal bertambah.

Limbah kayu sendiri memang dipakai untuk menciptakan miniatur tersebut. Sebab dia prihatin andai kayu limbah tak dimanfaatkan, bakal sayang. Maka gagasan pemanfaatan kayu limbah juga terbersit ketika melihat tidak sedikit kayu limbah tidak cukup termaanfaatkan di sejumlah tempat di desanya. Seperti halnya di satu pabrik tahu di desanya.

Pria yang akrab dipanggil Pak Cilik melanjutkan, kekuatan miniatur Menara hasil kerajinannya pun makin teruji sebab bahan mentah yang dipakai. Pak Cilik menggunakan bahan mentah kayu limbah jenis jati dan mahoni agar kerajinannya tidak gampang retak.

"Begini bikin miniatur Menara Kudus. Harus diubah semua bahannya. Kemudian direkatkan satu sama lain. Lantas, ditempelkan satu persatu. Kuat rekatnya. Saya telah uji itu," beber Hariyanto, dilansir dari Detik.com

Memang awal mulanya, lelaki dengan dua anak ini berpikir, berkeinginan mau diapakan kayu limbah itu. Namun tiba-tiba gagasannya hadir yaitu menciptakan kerajinan miniatur dan rumah adat Kudus. Maka proses coba-coba dilakukan. Seingatnya Dia mulai menekuni semenjak 2010.

Jalan terjal di mula perjalanan ditemuinya. Tiap kali menitipkan hasil kerajinannya ke toko oleh-oleh atau penjaja kerajinan, sering ditolak.

"Saya enggak menyerah. Pokoknya terus saya keliling menitipkan hasil kerajinan. Saya yakin andai rezeki telah diatur. Asal berusaha," seru Hariyanto.

Waktu silih berganti. Hasil keuletannya berbuah. Saat ini, dia punya lima penjaja kerajinan tangan yang siap menjajakan berapapun jumlah kerajinan miniatur menara.  Bahkan terkadang setiap semua penjual datang ke tempatnya, dia mesti menyembunyikan kerajinannya agar tak di ambil semuanya oleh satu penjual. Sebab masih ada sejumlah pedagang yang belum kebagian barang kerajinannya itu.

"Untuk miniatur menara Kudus yang standar, mereka ambil dari saya dengan harga Rp 47 ribu. Nanti mereka jualnya kadang Rp 70 ribu. Kadang dapat Rp 100 ribu," bebernya.

Ukuran miniatur yang dikerjakannya mulai dari tinggi 15 cm, 25 cm, sampai 50 cm. Dengan harga mulai Rp 20 ribu hingga Rp 250 ribu.

Para pengepul seringkali menjualnya ke distrik Kudus dan sekitarnya. Sekarang, nyaris setiap ketika dia mendapat pesanan. Rata-rata pesanannya 200 buah miniatur Menara Kudus. Kadang terdapat pesanan dari luar kota, seperti kota Jakarta dan kota besar lainnya. Pemasaran yang dilaksanakan sejauh ini dilaksanakan dengan teknik online dan dari mulut ke mulut.

"Saya otodidak semuanya. Saya kerjakan bersama istri. Istri menolong saya guna bagian yang mudah saja," ucap Hariyanto.

Istrinya Nur Hidayah mengungkapkan, dia selalu menolong pekerjaan suaminya. "Seperti halnya menggarap pengeleman saat merangkai miniatur," kata Nur.

Saat ini, selain menggarap miniatur menara dan rumah adat, pun mulai menggarap kerajinan miniatur Kapal Pinisi dari bahan akrilik.

0 Response to "Bapak Asal Kudus Ini Meraup Jutaan Rupiah dari Modal Limbah Kayu"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel