-->

Panduan Menanam Pohon Melinjo Agar Berbuah Lebat dan Berkualitas Baik

Melinjo merupakan salah satu tanaman buah yang cukup penting di Indonesia. Buahnya bisa digunakan langsung sebagai sayuran atau diolah lebih lanjut menjadi keripik emping yang sangat disukai. Keripik emping mempunyai prospek ekonomi yang cukup baik sebagai usaha industri rumah tangga di pedesaan seperti dikebumen bagian selatan banyak sekali terdapat pohon melinjo. Tanaman melinjo mudah dibudidayakan karena tidak membutuhkan persyaratan tempat tumbuh yang khusus terutama berkaitan dengan kualitas tanah. Tanaman ini dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur sehingga banyak digunakan untuk tanaman penghijauan.

Melinjo mempunyai prospek pemasaran yang sangat baik, apabila telah diolah menjadi emping. Emping yang berkualitas baik atau super merupakan komoditi sektor industri kecil yang potensial dan berprospek cukup cerah dalam pengembangan ekspor non migas.

Sebelum melanjutkan baiknya simak manfaat baik kandungan buah dan kulit melinjo


Melinjo tidak jarang dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, karena itu penderita darah tinggi disarankan untuk menghindari melinjo dan sejenisnya. Tapi tahukah kita bahwa ternyata emping dan kulitnya itu memiliki guna lain guna tubuh.
Sebagaimana dilansir dari hellosehat berikut maanfaat terbaik buah dan kulit melinjo:
1. Memelihara kesehatan otak
Otak ialah pusat serta pengatur dari semua organ tubuh, karena tersebut sangat urgen untuk selalu menjaga kesehatan otak. Salah satu makanan yang dapat menjaga kesehatan otak ialah melinjo. Ya, guna kulit emping salah satunya ialah dapat menangkal dan menanggulangi radikal bebas yang terjadi di dalam tubuh. radikal bebas yang terjadi di dalam tubuh ini akan paling mempengaruhi saraf dan otak. Melinjo diandalkan berisi zat mangan yang bisa mengikat neurotransmitter – zat yang menjadi pengantar sinyal sistem saraf – dan menciptakan sinyal antar-sel saraf menjadi lebih efisien.

2. Membantu pertumbuhan
Zat mineral yang terdapat di dalam emping dan kulitnya ialah copper. Copper ialah zat mikro mineral yang diperlukan tubuh untuk menolong pertumbuhan, sehingga emping baik guna anak-anak. Tidak melulu itu, guna kulit emping lainnya ialah membantu munculnya masalah pada sistem otot dan tulang serta mengawal kesehatan jantung. Kekurangan copper dapat mengakibatkan jaringan dan sel tubuh menjadi mati dan tidak berkembang. Oleh karena tersebut kulit emping baik guna kesehatan.

3. Mengatur suhu tubuh
Tubuh memiliki aturan tersendiri terhadap suhu tubuh. saat lingkungan bersuhu dingin atau panas, maka tubuh bakal secara otomatis menyesuaikan supaya suhu tubuh tidak terganggu. Sedikit saja penambahan atau penurunan suhu tubuh, dapat mengganggu tubuh secara keseluruhan. Melinjo dan kulitnya menolong tubuh untuk mengantarkan suhu guna stabil. Manfaat kulit emping ini diperlihatkan dengan dengan menolong mempertahankan faedah metabolisme serta enzim supaya tetap stabil di lingkungan yang mempunyai suhu ekstrem.

4. Menjaga kesehatan kulit
Di dalam kulit melinjo, ada zat mineral seng yang dapat untuk menambah sel darah putih. Hal ini pasti saja baik untuk menangkal peradangan serta mempercepat pengobatan luka. Jerawat dapat menjadi luka di permukaan wajah, baikny melinjo dan kulitnya pun baik untuk menanggulangi jerawat.

5. Memelihara kesehatan ginjal
Tidak melulu copper dan seng, kulit melinjo pun berisi fosfor yang ternyata baik guna kesehatan ginjal. Melalui kandungan fosfornya, guna kulit emping yaitu guna mempertahankan ekuilibrium cairan dalam tubuh, menolong mengatur kadar garam dan lemak, serta menolong ginjal untuk menerbitkan racun-racun dari tubuh. [1]

Mitos Pohon Melinjo Bikin asam urat naik benarkah?
Banyak mitos yang menceritkan bahwa emping dapat menyebabkan eskalasi asam urat (Hiperurisemia) yang signifikan. Hal ini benar sebab melinjo berisi purin. Peningkatan asam urat terjadi sebab gangguan metabolisme purin dan asupan purin tinggi dari makanan secara berlebihan.

Hiperurisemia terjadi sebab gangguan pengeluaran asam urat oleh ginjal. Hiperurisemia dapat diakibatkan oleh hal genetik dan bisa diturunkan. Konsumsi makanan dengan purin tinggi, konsumsi gula dan lemak berlebihan dapat menambah kadar asam urat. Kegemukan, pemakai obat diuretik, diet penurunan berat badan, pun sering mengakibatkan hiperurisemia. Namun, bilamana tidak dikonsumsi secara berlebihan dan teknik pengolahannya benar tidak akan mengakibatkan asam urat.

Konsumsi berlebihan dan minyak goreng yang dipakai untuk menggoreng melinjo hasil olahan emping tersebut yang mengakibatkan kadar asam uratnya meningkat. Jadi, bukan melinjo tersebut sendiri yang mengakibatkan asam urat, karena bilamana disiapkan dalam format makanan beda tanpa minyak dan tidak dikonsumsi secara berlebihan tidak akan mengakibatkan peningkatan asam urat. [2]

Cara Yang Benar Menanam Pohon Melinjo Agar Berbuah Lebat dan berkualitas

Sebelum melanjutkan ada beberapa kualitas emping yang wajib anda ketahui:
Faktor yang dapat membedakan kualitas emping melinjo adalah perbedaan kualitas bahan baku dan perbedaan kualitas pembuatannya. Perbedaan kualitas emping terjadi karena proses pembuatan dilakukan secara manual dan sederhana. Perbedaan kualitas emping dapat diketahui dari perbedaan rasa dan penampilan fisiknya. Perbedaan ini akan mempengaruhi harga jualnya.

Beberapa kualitas emping yang sebaiknya anda ketahui:
Kualitas I: Emping yang kering disebut emping super karena terbaik kualitasnya.
Ciri-ciri emping super adalah tipis dan ketebalannya merata dan relatif sama, warnanya putih kuning dan garis tengahnya seragam. Emping ini sering diekspor ke luar negeri dan termahal harganya.

Kualitas II: Tidak setipis emping super tetapi agak tebal, warnanya putih, garis
tengahnya kurang seragam.

Kualitas III: Agak tebal dan kurang merata, warnanya kuning dan garis tengahnya
kurang seragam.

Menanam Pohon Melinjo
Tanaman melinjo (Gnetum gnemon L.) termasuk tumbuhan berbiji terbuka, tidak terbungkus daging tetapi terbungkus kulit luar. Tanaman melinjo dapat tumbuh mencapai 100 tahun lebih dan setiap panen raya mampu menghasilkan melinjo sebanyak 80-100 Kg,
Bila tidak dipangkas bisa mencapai ketinggian 25 m dari permukaan tanah.

Tanaman melinjo dapat tumbuh pada tanah-tanah liat/lempung, berpasir dan berkapur, tetapi tidak tahan terhadap tanah yang tergenang air atau yang berkadar asam tinggi dan dapat tumbuh dari ketinggian 0 - 1.200 m dpl. Namun Tanaman Melinjo dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah meskipun kurang subur.

Nah, Tanaman melinjo dapat diperbanyak dengan cara generatif (biji) atau vegetatif (cangkokan, okulasi, penyambungan dan stek). Lahan yang akan ditanami melinjo harus terbuka atau terkena sinar matahari, lubang tanam berukuran 60 X 60 X 75 cm (panjang, lebar, dalam) dengan jarak tanam 6-8 m.

Melinjo bisa diperbanyak dengan cara generatif maupun dengan cara vegetatif. Namun biji melinjo sangat sulit dikecambahkan sehingga perbanyakan vegetatif banyak dilakukan. Cara perbanyakan vegetatif yang banyak dilakukan adalah mencangkok menyambung, dan okulasi.

Cara mudah menanam pohon melinjo agar berbuah lebat.
Bersihkan tanah dari rerumputan dan batang serta kayu, kemudian dibajak dan dicangkul dan sebaiknya lakukan persiapan lahan menjelang atau sebelum musim hujan
Kemudian tahap pembuatan lubang tanam
1. Siapkan lubang tanam 3-4 minggu sebelum bibit ditanam
2. Gali lubang tanaman dengan ukuran 60 x 60 x 75 cm
3. Pisahkan tanah bagian atas dengan tanah bagian bawah
4. Campur tanah bagian atas dengan pupuk kandang ± 10 kg/lubang dan ditunggu .

Proses Penanaman pohon melinjo
1. Jangan lupa lakukan penanaman pada awal musim hujan
2. Lepas bibit yang akan ditanam dari polibag atau keranjang bambu
3. Usahakan tanah yang melekat pada akar tidak terlepas agar perakaran bibit tidak rusak
4. Lakukan penanaman sampai batas leher akar, usahakan akar tunggang tetap lurus.
5. Sebaiknya tempatkan mata tunas okulasi pada bibit menghadap ke arah timur.
6. Usahakan letak akar cabang tersebar ke segala arah
7. Potong ujung yang patah atau rusak
8. Padatkan tanah di sekitar batang agar tidak ada rongga-rongga udara diantara akar dan tidak terjadi genangan air
9. Beri penyanggah dari bambu agar tetap tumbuh tegak

Nah untuk perawatan pohon melinjo ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Proses penyiraman pohon melinjo
Jika tidak ada hujan, lakukan penyiraman 2 kali sehari selama dua minggu setelah tanam, selanjutnya cukup sehari sekali.
Penyiraman tetap dilakukan setelah tanaman tumbuh dengan melihat kondisi kelembaban tanah.
Setelah besar penyiraman tidak perlu dilakukan sebab akar sudah cukup mendapatkan air meskipun tanah di permukaan kelihatan kering. Untuk menghindari kelebihan air selama musim hujan, buatkan saluran pembuangan air di sekitar tanaman.

Pemberian pupuk lanjutan
1. Berikan pupuk kandang, dan pupuk buatan.
2. Lakukan 2 kali setahun, menjelang musim hujan dan menjelang musim kemarau. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1.
3. Lakukan pemupukan dengan cara membenamkan pupuk dalam lubang dengan kedalaman 10-15 cm mengelilingi lingkaran daun terluar.



Proses Penyiangan pohon melinjo
Penyiangan perlu dilakukan agar gulma yang mengganggu hilang, terutama pada tanaman berumur muda, sebaliknya penyiangan dilakukan dengan pendamngiran agar udara bisa masuk kedalam tanah.

Pemangkasan pohon melinjo
Pemangkasan dimaksudkan agar percabangan menjadi banyak dan tanaman tidak terlalu tinggi. Daun muda serta bunga muda sebagai bahan sayuran akan tumbuh banyak. Tanaman asal bibit cangkokan, pemangkasan dapat mencegah tumbangnya tanah. Memudahkan perawatan dalam menghilangkan tanaman benalu, penyemprotan. Mempermuda tanaman yang sudah tua. Mempercepat tanaman berbunga/berbuah.

Pengendalian hama dan penyakit pada melinjo
Hama yang banyak terdapat pada tanaman melinjo umumnya menyerang daun antara lain:
Bintik-bintik kuning pada permukaan daun bagian atas. Gejala seperti ini disebabkan oleh serangan kutu Leopindasaphes sp., Ischuapsis sp., dan Pseudocaspis sp. yang mengisap cairan daun. Kutu-kutu ini diberantas dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif dimefoat, seperti Perfekthion 100 UCV.

Bintik merah kecoklatan atau putih. Gejala ini diakibatkan oleh serangan tungau merah (Tetranichidae). Hama ini dapat diberantas dengan menyemprotkan akarisida berbahan aktif dikofol seperti Kelthane MF atau yang berbahan aktif Femitration, seperti Agrothion.

Serangga diatas umumnya tidak menimbulkan banyak kerusakan,kecuali Pseudolacaspis sp. yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman atau mengurangi hasil. Hal ini terjadi karena populasi serangga masih dapat dikendalikan oleh musuh alaminya yaitu kumbang (Coccinelidae), berbagai jenis semut pemangsa (Formicidae) dan berbagai jenis laba-laba (Arachnida). Oleh
karena itu penggunaan pestisida belum dianggap perlu.

Sementara itu penyakit yang umum dijumpai pada tanaman melinjo antara lain

1. Layu pembuluh bakteri gejalanya antara lain seperti Daun layu berwarna kuning sampai kuning kemerah-merahan (merah tembaga) dan mudah rontok. Daun yang tumbuh berikutnya ukurannya menjadi lebih kecil dengan warna yang sama. Pembuluh kayu tanaman sakit tampak berwarna coklat. Penularannya melalui luka akibat alat pertanian, seperti alat pemotong. Untuk mencegah penularan lebih lanjut, alat-alat yang baru digunakan untuk memotong tanaman yang sakit dibersihkan. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara memangkas dan menimbun bagian tanaman yang sakit.

2. Hawar daun bakteri gejalanya ditandai dengan Anak tulang daun berwarna coklat dan helai daun di sekitarnya berwarna kuning. Pada serangan lebih lanjut, helai daun berubah menjadi coklat, kelabu dan akhirnya mati. Penyakit penyakit ini disebabkan oleh bakteri Erwinia amylovora. Pengendaliannya dengan membuang bagian tanaman yang sakit.

3. Hawar daun cendawan, gejalanya; daun bercak-bercak coklat dengan pola yang bervariasi. Bercak dapat meluas sampai ¾ bagian dan bagian bercak dapat menjadi kuning lalu mati, dengan warna putih kelabu seperti terbakar. Diantara bagian yang sehat dan mati terdapat bagian berwarn coklat tua. Penaykit ini disebabkan oleh cendawan Gloesporium sp. Penyakit ini dapat diatasi dengan fungisida berbahan aktif Mankozet seperti Dithane M-45 WP, atau dapat juga diatasi dengan fungisida yang berbahan aktif Klorotalovil misal Dacovil 75 WP yaitu dengan cara disemprotkan.

4. Antraksiosa, gejalanya; daun bercorak bulat dengan warna coklat dikelilingi warna kuning pada daun, permukaan bawah daun berwarna-warna coklat dan kelihatan lebih terang. Penyakit ini disebabkan oleh Colletotrichum sp. Penyakit ini dapat ditanggulangi dengan fungisida berbahan aktif Karbendazim dan Mankozeb, seperti Delsene M X 200, atau dengan fungisida berbahan aktif Prokloraz misal Sportek 450 cc.

5. Penyakit yang dianggap penting adalah penyakit “Layu Pembuluh Bakteri” karena dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman bahkan dapat mematikan tanaman. Meskipun demikian, penyakit lain seperti Hawar Daun Bakteri dan Hawar Daun Cendawan perlu juga diperhatikan., karena dapat mengurangi hasil secara tidak
langsung.

Dalam kenyataan sehari-hari, hama dan penyakit di atas kurang mendapat perhatian serius dari petani, karena belum dianggap merugikan. Namun apabila melinjo diusahakan secara monokultur dalam areal yang luas, hama dan penyakit tersebut berpotensi menimbulkan kerugian.

Panen dan pasca panen pohon melinjo 
Panen buah melinjo
1. Hasil panen melinjo berupa buah, bunga dan daun.
2. Buah melinjo dapat diolah menjadi tangkil, bahan baku “emping”. Buah melinjo untuk emping harus dipanen apabila sudah cukup umur. Biji yang muda akan mengurangi mutu emping.
3. Bunga dan daun yang dikenal dengan nama kroto so umumnya dikonsumsi sebagai sayuran. Panen bunga dan daun muda dapat dilakukan kapan saja.
4. Untuk mendapatkan buah yang baik dan banyak, bunga atau daun melinjo sebaiknya tidak di panen sebab akan menurunkan produksi buah.
5. Pohon melinjo dapat dipanen setelah berumur 5 sampai 6 tahun.
6. Masa berbuah melinjo adalah 2 kali dalam setahun, panen besar terjadi pada bulan Mei-Juli dan panen kecil pada bulan Oktober-Desember.

Cara memanen pohon melinjo yang sebaiknya dilakukan
Lakukan pemanenan dengan memanjat atau menggunakan galah atau tangga. Pemanenan sangat dianjurkan menggunakan tangga karena beresiko kecil. Lakukan pemanenan dengan memetik buah, lalu kumpulkan dalam wadah (keranjang). Hasil pemetikan merupakan campuran melinjo tua dan melinjo muda. Sebagai tambahan dapat juga sekaligus dipanen bunga dan daun melinjo.

Hal yang sebaiknya dilakukan setelah Pasca panen buah melinjo
Langkah awal setelah panen adalah sortasi atau pemilihan buah.
Pisahkan buah melinjo tua dari yang muda demikian pula daun dan bunganya.
Buah tua berwarna merah dan berbiji keras. Buah muda berwarna hijau dan berbiji lunak.
Hasil panen melinjo dijual sebagai sayuran dan bahan baku pembuatan emping.

Uraian berikut mengenai seluk beluk produk olahan melinjo yaitu emping, meliputi jenis-jenis kualitas, cara pembuatan, pengemasan dan penyimpanan.
a. Emping yang dijual di pasaran ada bermacam-macam ukurannya yaitu: kecil, sedang dan besar.
b. Emping ukuran kecil dikenal dengan nama ‘Emping Geprek’. Emping ini dibuat dari satu biji melinjo untuk satu buah emping.
c. Emping ukuran sedang dibuat dari beberapa biji melinjo yang dipipihkan dan satukan.
d. Emping ukuran paling besar dibuat dari dua puluh sampai tiga puluh biji melinjo yang dipipihkan dan disatukan.


0 Response to "Panduan Menanam Pohon Melinjo Agar Berbuah Lebat dan Berkualitas Baik"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel