-->

5 Tahap Ini Mudah dan Bikin Sukses Ternak Ayam Buras/Jawa/Kampung Dalam Waktu Singkat

Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung di Indonesia berkembang pesat dan telah banyak dipelihara oleh peternak-peternak maupun masyarakat umum sebagai usaha untuk pemanfaatan pekarangan, pemenuhan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan.

Dikarenakan dengan pemeliharaan sistem tradisional, produksi telur ayam buras sangat rendah ? 60 butir/tahun/ekor. Berat badan pejantan tak lebih dari 1,9 kg dan betina ? 1,2 ~ 1,5 kg, maka perlu diintensifkan.Pemeliharaan yang intensif pada ayam buras, dapat meningkatkan produksi telur dan daging, dapat mencegah wabah penyakit dan memudahkan tata laksana. 


Tahap Pertaman Pembibitan
Carilah bibit yang baik seperti:
Ayam jantan
- Badan kuat dan panjang.
- Tulang supit rapat.
- Sayap kuat dan bulu-bulunya teratur rapih.
- Paruh bersih.
- Mata jernih.
- Kaki dan kuku bersih, sisik-sisik teratur.
- Terdapat taji.

Untuk ayam betina (petelur) yang baik adalah dengan ciri-ciri:
- Kepala halus.
- Matanya terang/jernih.
- Mukanya sedang (tidak terlalu lebar).
- Paruh pendek dan kuat.
- Jengger dan pial halus.
- Badannya cukup besar dan perutnya luas.
- Jarak antara tulang dada dan tulang belakang ? 4 jari.
- Jarak antara tulang pubis ? 3 jari.

Tahap kedua adalah cara pemeliharaan yang baik:
Ada 3 (tiga) sistem pemeliharaan :
a. Ekstensif  (pemeliharaan  secara  tradisional  =  ayam  dilepas  dan  mencari pakan sendiri).
b. Semi intensif (ayam kadang-kadang diberi pakan tambahan).
c. Intensif (ayam dikandangkan dan diberi pakan).
Di antara tiga hal diatas jika anda serius ingin beternak ayam bura/jawa/kampung maka pilihlah yang ketiga, karena yang dua diatas mengandung resiko seperti disakiti orang, mudah terkena penyakit dan kurang terkontrol.

Apabila dibedakan dari umurnya, ada beberapa macam pemeliharaan, yaitu :
a. Pemeliharaan  anak  ayam  (starter) : 0 - 6 minggu, dimana anak ayam sepenuhnya diserahkan kepada induk atau induk buatan.
b. Pemeliharaan ayam dara (grower) : 6 - 20 minggu.
c. Pemeliharaan masa bertelur (layer) : 21 minggu sampai afkir (? 2 tahun).

Untuk memperoleh telur tetas yang baik, diperlukan 1 (satu) ekor pejantan melayani 9 (sembilan) ekor betina, sedangkan konsumsi, pejantan tidak diperlukan. untuk menghasilkan telur

Tahap Ketiga adalah cara pembuatan kandang yang sehat dan efektif
sebenarnya fungsi kandang bagi ayam yaitu seperti untuk tempat berteduh dari panas dan hujan, sebagai tempat bermalam, untuk memudahkan tata laksana.                

Lalu bagaimana syarat kandang yang baik:
Syarat kandang yang baik, yaitu :
a. Cukup mendapat sinar matahari.
b. Cukup mendapat angin atau udara segar.
c. kalau bisa Jauh dari kediaman rumah sendiri.
d. Bersih.
e. Sesuai kebutuhan (umur dan keadannya).
f.  Kepadatan yang sesuai.
g. Kandang dibuat dari bahan yang murah, mudah didapat dan tahan lama.

Takaran Kepadatan kandang yang seharusnya di lakukan:
a. untuk anak ayam beserta induk : 1 - 2 m2 untuk 20 - 25 ekor anak ayam dan 1 - 2 induk.
b. Ayam dara atau dere 1 m2 untuk 14 - 16 ekor.
c. Ayam masa bertelur, 1 - 2 m2 untuk 6 ekor dan pejantan 1 ekor.

Tahap keempat adalah cara pemberian pakan yang sesuai kebutuhan:
Zat-zat dasar yang dibutuhkan terdiri dari : protein, energi, vitamin, mineral dan air.
Contoh seperti: 
1. Jagung Giling
2. Dedak (bekatul)
3. Ubi yang telah dicincang
4. Pelet / pur
5. Limbah gandum
Untuk hijau-hijaun seperti segala sesuatu yang baik dimakan manusia seperti, daun ubi kayu, sawi, buncis, kangkung, bayam dan lain-lain. Caranya mudah dengan di rebus dulu kemudian di campurkan dengan makanan yang mengandung karbohidrat.

Adapun konsumsi pakan adalah sebagai berikut :
- Ayam dara atau dere(jawa) 15 gram/hari
- Minggu I-III  30 gram/hari
- Minggu III-V 60 gram/hari
- Minggu VI sampai menjelang bertelur 80 gram/hari
- Induk 100 gram/hari
Pemberian pakan adalah sehari dua kali, yaitu pagi dan sore, sedangkan air minum diberikan setiap saat.

Tahap kelima cara pencegahan penyakit ayam:
Biasanya musim penyakit ayam terjadi pada bulan SEPTEMBER - OKTOBER kerana di bulan ini terjadi pergantian musim jadi kekebalan tubuh ayam benar-benar harus dijaga. Jika anda memeberikan vaksin 1 kali dalam setahun atai tidak pernah memberikan vaksin maka di akhir bulan Agustus anda sebaiknya memberikan vaksin kekebalan tubuh.

Banyak cara menemukan obat untuk ayam dari tradisional dan modrn seperti yang ada di pasaran. Tanyakan kepada penjual obat unggas, obat mana yang paling baik untuk ayam sakit seperti flu maupun berak kapur.

1) ND = Necastle Desease = Tetelo
Pencegahan: lakukan vaksinasi ND secara teratur pada umur 4 hari, 4 minggu dan 4 bulan diulangi lagi setiap 4 bulan sekali.
2) Cacingan
Pencegahan : hindarkan pemeliharaan tradisional.
3) CRD (pernafasan)
Pengobatan : Chlortetacyclin (dosis 100-200 gr/ton ransum) atau tylosin (dosis 800 -1000 gr/ton ransum).
4) Berak Darah
Pengobatan : Prepara Sulfa atau anyrolium dilarutkan dalam air minum, dosis 0,012 -0,024% untuk 3 - 5 hari.
5) Pilek
Pengobatan : sulfadimetoxine 0,05% dilarutkan dalam air minum selama 5 - 7 hari.
6) Cacar
Pencegahannya : vaksinasi 1 kali setelah lepas induk.

Dan yang terakhir adalah masa panen ayam bisa di panen dengan kesesuaian pasar atau target anda jika anda ingin menjual umur dara makan akan lebih untung secara ekonomi karena biaya yang di keluarkan belum terlalu jauh. 

demikian, 5 tahap cara mudah dan bikin sukses ternak ayam buras/kampung Dalam waktu singkat semoga bermanfaat


source: Intensifikasi Ternak Ayam Buras, Dinas Peternakan, Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jakarta (tahun 1996).

0 Response to "5 Tahap Ini Mudah dan Bikin Sukses Ternak Ayam Buras/Jawa/Kampung Dalam Waktu Singkat"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel