-->

Cara Mudah Menangani Penyakit Ngorok (CRD) Pada Ayam Kampung, Bangkok dan Broiler

Chronic Respiratory Disease (CRD)  atau ngorok atau Air Sac atau Sinusitis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum. Biasanya menyerang ayam pada usia 4-9 minggu. Penuluaran terjadi melalui kontak langsung, peralatan kandang, tempat makan dan minum, manusia, telur tetas atau DOC yang terinfeksi. CRD dapat ditularkan secara vertikal (dari induk ke anak) maupun horisontal (dari ayam sakit ke ayam sehat baik secara langsung maupun tidak langsung seperti melalui peralatan kandang, pegawai yang tercemar oleh bakteri) sehingga sangat memungkinkan pada ayam umur 5 hari sudah menunjukkan gejala klinis CRD.


Pada ayam muda, CRD menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare tampak berwarna seperti tanah. Selain itu perlu diperhatikan pula gejala-gejala klinis lainnya seperti adanya ingus yang keluar dari hidung, batuk dan terdengar suara ngorok saat bernafas. Untuk memastikan diagnosa dapat dilakukan bedah ayam untuk melihat perubahan patologi anatomi, perubahan yang tampak akibat CRD rongga hidung berisi cairan lendir; trakea berisi cairan lendir, bengkak dan berwarna merah kekuning-kuningan; kantung udara menjadi keruh, menebal dan mengeluarkan eksudat katar (cairan bening).

Seorang penulis ada yang menyebutkan bahwa gejala CRD ini mirip dengan Snot atau Coryza yaitu: batuk-batuk, napas berbunti atau ngorok, keluar cairan dari lubang hidung, nafsu makan turun, produksi telur turun, ayam suka menggeleng gelengkan kepalanya.

Sedangkan penulis lain mengatakan gejala yang timbul pada CRD adalah:
- ayam kehilangan napsu makan secara tiba-tiba dan terlihat lesu
- warna bulu pucat, kusam dan di beberapa lokasi terjadi perlengketan terutama di sekitar anus
- terjadi inkoordinasi saraf
- tinja cair dan berwarna putih

Baca Juga :

Pencegahan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cara yang paling sederhana yaitu tidak membeli DOC dari produsen yang tidak diketahui dan melakukan sanitasi kandang.

Untuk mengobati kasus CRD, maka dapat diberikan antibiotik spektrum luas seperti Doctril, Proxan-S atau Neo Meditril selama 3-5 hari (perhatikan dosis dan aturan pakai sesuai yang tertera dikemasan obat). Setelah pengobatan selesai, berikan Vita Stress atau Aminovit guna membantu pemulihan penyakit dan meningkatkan stamina ayam.

Guna meminimalkan penyebaran kasus CRD di kandang, maka perhatikan:
1. Biosecurity dan desinfeksi kandang menggunakan desinfektan seperti Antisep atau Neo Antisep
2. Bersihkan dan desinfeksi tempat ransum dan tempat minum ayam menggunakan Medisep, Zaldes atau Mediklin secara rutin
4. Pastikan litter tidak terlalu basah maupun terlalu kering. Hal ini untuk mencegah kadar amonia menjadi tinggi akibat feses yang dikeluarkan ayam Atur ventilasi udara agar sirkulasi udara cukup serta kadar amonia tidak tinggi di dalam kandang
5. Lakukan desinfeksi air minum dengan menggunakan Antisep atau Neo Antisep untuk meminimalkan penularan penyakit melalui air minum (lakukan pada malam hari setelah pengobatan selesai, jangan menggunakan air minum yang telah diberi desinfektan untuk melarutkan obat)

Source:
artikel peternakan

medion.co.id

0 Response to "Cara Mudah Menangani Penyakit Ngorok (CRD) Pada Ayam Kampung, Bangkok dan Broiler"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel